Cara Memotong Ayam Sesuai Syari’at Islam

Daging ayam adalah salah satu lauk yang paling sering di konsumsi di Indonesia, banyak alasan mengapa daging ayam adalah yang paling banyak di konsumsi, salah satunya mudah di olah, mudah di cari, dan harga sangat terjangkau.

Ada hal penting yang harus kita pahami, kita harus mengkosumsi daging yang benar-benar berkualitas dan di proses dengan cara yang halal. Mengapa seperti itu?, ingat, daging akan masuk ke tubuh kita, tentunya kita menginginkan yang terbaik agar menjadi energi yang baik pula.

Type ayam sehat yang layak di potong

Supplier daging ayam harus jeli dan mengetahui dengan betul ciri ayam yang sehat, sebelum masuk pemotongan ayam harus dalam kondisi terbaik, bukan penyakitan atau cacat. Begitu juga proses ditribusi ayam hidup harus benar-benar sesuai dengan tata krama, tidak baik di lempar-lempar.

Sebagai distributor ayam potong jakarta kami sangat jeli dengan hal ini, semakin baik penanganan ayam dalam kondisi hidup, maka akan semakin baik pula kualitas dari daging ayam tersebut.

Cara pemotongan Ayam sesuai syari’at Islam.

  1. Penyembelih  harus beragama Islam, dewasa  (baligh) dan berakal sehat.
  2. Memastikan bahwa ayam yang akan disembelih harus dalam keadaan hidup, sehat, dan bersih serta disunnahkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.
  3. Penyembelih  melafazkan “Bismillahi Allahu Akbar” atau “Bismillahirrahmanirahiim” saat menyembelih unggas. Hal yang tidak diperbolehkan adalah menyembelih sambil makan, minum, merokok atau aktivitas lain yang menyebabkan lalai dalam mengucapkan basmalah.
  4. Melakukan penyembelihan pada pangkal leher unggas dengan memutuskan saluran pernafasan (trakhea/hulqum), saluran makan (esofagus/mari’) dan dua urat lehernya (pembuluh darah di kanan dan kiri leher/wadajain) dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau. Proses penyembelihan dilakukan dari leher bagian depan diantara ruas tulang leher ke 2 dan ke 3 serta tidak memutus tulang leher (Gambar 3).  Pisau yang digunakan harus setajam mungkin dan dalam keadaan bersih. Memastikan bahwa  matinya ayam disebabkan oleh penyembelihan tersebut.
  5. Darah ayam dibiarkan keluar dengan waktu minimal 3 menit sebelum proses berikutnya (lebih baik dalam posisi digantung untuk memaksimalkan pengeluaran darah).
  6. Ayam yang akan masuk kedalam proses perendaman air panas harus dipastikan sudah mati (tidak ada reflek kornea mata dan darah berhenti memancar). Pada pemotongan skala industri, harus diperhatikan kecepatan konveyor dan jarak ke tempat pencelupan air panas.
  7. Proses penanganan selanjutnya dilakukan dengan kondisi yang bersih agar tidak terjadi kontaminasi bakteri, najis atau bahan haram.

Sumber : Majalah Jurnal Halal edisi 127

Pesan Daging ayam berkualitas di distributor ayam potong jakarta

Jika anda membutuhkan daging ayam berkualitas dengan harga terjangkau, hubungi kami di sini , kami akan merespon dengan Tim yang ramah. Ingat, kami tidak bertanggung jawab jika anda melakukan kontak dengan nomor selain yang tertera di halaman kontak.

One thought on “Cara Memotong Ayam Sesuai Syari’at Islam

  1. Pingback: Supplier Ayam Potong Jakarta Terbaik, Daging Fresh, Harga Terjangkau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *